26 June 2011

Digi in Pink


Pernah dengar cerita pasal Hatim al-Asham? Cerita ni diambil dari Kitab Ihya' Ulumuddin Jilid 1 Bab Ilmu. Agak panjang tetapi insyaAllah bermanfaat :)



all the best untuk yang berexam


Dikisahkan suatu saat Syaqiq al-Balkhi bertanya kepada muridnya Hatim al-Asham, “Sejak bila engkau belajar bersamaku?”, “Sejak 30 tahun, guruku”, jawab Hatim. “Apakah yang engkau pelajari selama itu, wahai Hatim?”, “Lapan perkara, guruku”, jawab Hatim. “Innalillah wa inna ilaihi raji’un, terbuang percuma sajalah umurku bersamamu”, ujar Syaqiq dengan kecewa. “Guruku, aku tidak pelajari yang lain dan aku tidak ingin berdusta”. “Jelaskan lapan perkara itu Hatim”. Lalu Hatim menjelaskannya:


Pertama

Ketika aku memandangi makhluk yang ada di dunia ini, aku melihat masing-masing mempunyai kekasih, dan ia ingin selalu bersama kekasihnya bahkan hingga ke dalam kuburnya. Ketika kekasihnya telah ke kubur, ia merasa kecewa karena ia tidak lagi dapat bersama masuk ke dalam kuburnya dan berpisah dengannya. Karena itu aku ingin menjadikan perbuatan baik yang menjadi kekasihku, sebab jika aku masuk kubur, maka ia akan ikut bersamaku


“Benar sekali Hatim!”, ujar Syaqiq, “Apa yang kedua?”


Kedua

Ketika ada firman Allah SWT:

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal.” (79:40-41)


Aku perhatikan ayat ini, dan yakinlah aku bahawa firman Allah SWT tersebut benar, maka aku berusaha menolak hawa nafsu sehingga aku tetap taat kepada Allah SWT.


“Yang ketiga?”


Ketiga

Aku memandangi makhluk yang ada di dunia ini, aku melihat setiap makhluk memiliki benda, menghargainya, memandangnya bernilai, dan menjaganya. Kemudian aku perhatikan firman Allah SWT:

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (16:96)


Kerana itu setiap kali ke atas tanganku jatuh sesuatu yang berharga dan bernilai, iapun kuhadapkan kepada Allah, agar kekal di sisi-Nya


“Yang keempat?”


Keempat

Ketika kupandangi makhluk yang ada di dunia ini, aku melihat masing-masing orang selalu menaruh perhatian terhadap harta, kebangsawanan, kemuliaan, dan keturunan. Lalu ketika kupandangi semua itu, tiba-tiba nampak tidak ada apa-apanya. Kemudian kuperhatikan firman Allah SWT:

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (49:13)

Akupun bertaqwa kepada Allah, semoga aku menjadi mulia di sisi-Nya.


Kelima

Ketika kupandangi makhluk yang ada di dunia ini, ternyata mereka suka saling mengutuk satu sama lain. Penyebabnya adalah kedengkian, kemudian kuperhatikan firman Allah:

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (43:32)


Kerananya perasaan dengki pun kutinggalkan dan diriku pun “kujauhkan” dari orang banyak. Aku tahu pembagian rezeki dari Allah, kerana itu permusuhan orang banyak kepadaku kutinggalkan


Keenam

Ketika kupandangi makhluk yang ada di duna ini, ternyata mereka suka berbuat kedurhakaan dan berperang satu sama lain, akupun kembali kepada firman Allah:

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (35:6)


kerana itu syaitan kupandang sebagai musuhku satu-satunya dan akupun sangat berhati-hati kepadanya, kerana Allah menyatakan syaitan adalah musuhku


Syaqiq melajutkan pertanyaannya: “yang ketujuh?”


Ketujuh

“Ketika kupandangi makhluk yang ada di dunia ini aku melihat masing-masing orang mencari sebahagian dari dunia ini. Lalu ia menghinakan diri padanya dan memasuki bagiannya yang dilarang kemudian kuperhatikan firman Allah:

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata .” (11:6)


aku termasuk binatang melata yang rezekinya ada pada Allah, kerananya kukerjakan apa yang menjadi hak Allah pada diriku, dan kutinggalkan apa yang menjadi hak Allah pada diriku.


Terakhir

kulihat makhluk yang ada di dunia ini, masing-masing orang menggantungkan diri pada makhluk lain. Yang satu pada benda yang dicintainya, yang lain pada perniagaannya, dan perusahaannya, atau pada kesihatan tubuhnya. Masing-masing bergantung pada benda. Lalu aku kembali pada firman Allah:

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (65:33)


kerana itu akupun bertawakkal kepada Allah, ternyata Allah mencukupi keperluanku



nota kaki: Nampaknya syarikat Digi akan gulung tikar, dan jersi Harimau Malaya akan ditukar warna kerana kerajaan begitu takut dengan warna kuning justeru mengharamkannya. Tiadalah lagi kelibat maskot kuning menari dalam iklan di TV. Mungkin Digi kena tukar warna pink? haha. Bagaimana pula dengan Istana? :)



1 Comment(s):

farah said...

nice post abid.nak copy ayat sikit ye :)Thanks

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...